/templates/jip_banten/images/panjang-atas1.gif

أخبار المسابقة في الصحف الإندونيسية

Situs-Presiden

Selasa, 29 Desember 2009, 18:09:07 WIB

Silaturahmi dengan Peserta Musabaqah Hafalan Al Quran dan Hadist Tingkat ASEAN

Presiden SBY menerima Al Quran dari Imam Masjidil Haram, saat  bersilaturahmi dengan peserta Musabaqah Hafalan Al Quran  Tingkat  ASEAN, hari Selasa (29/12) sore di Istana Negara. (foto: abror/presidensb

Presiden SBY menerima Al Quran dari Imam Masjidil Haram, saat bersilaturahmi dengan peserta Musabaqah Hafalan Al Quran Tingkat ASEAN, hari Selasa (29/12) sore di Istana Negara. (foto: abror/presidensb

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hari Selasa (29/12) sore di Istana Negara bersilaturahmi dengan peserta Musabaqah Hafalan Al Quran dan Hadist Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Al Su’ud Tingkat ASEAN Tahun 2009. Acara yang berlangsung dari tanggal 26 s/d 28 Desember 2009 ini iikuti 115 peserta dari 11 negara, termasuk 8 negara ASEAN.

Dalam sambutannya, Presiden berharap musabaqah ini selain menjadi pemersatu umat, sekalgus juga menjadi media untuk menjalin dan memperkokoh persaudaraan antar umat Islam di seluruh dunia, khususnya di negara-negara Asia Tenggara. “ Kehadiran saudara-saudara di Indonesia menunjukkan betapa eratnya jalinan ukhuwah Islamiyah diantara negara-negara kawasan Asia Tenggara dan Asia pada umumnya,” kata Presiden.

Menurut Presiden, pemahaman yang utuh terhadap nilai-nilai keutamaan universal dari Al Quran dan Hadist dapat memberikan kontribusi konstruktif dalam membangun tatanan dunia yang aman, tentram dan damai. Tatanan dunia yang dibangun atas dasar nilai-nilai Illahiah, nilai-nilai ketuhanan yang luhur, serta nilai-nilai kemanusian yang universal. “Atas dasar nilai-nilai keutamaan universal inilah sesungguhnya Islam itu damai dan teduh. Islam itu cinta keadilan dan menjauhi kekerasan, permusuhan dan fitnah serta menganjurkan persatuan, kebersamaan, dan ukhuwah,” ujar SBY. Dengan nilai-nilai ini pula, lanjut SBY, dapat diperkokoh toleransi, solidaritas dan kebersamaan di antara umat manusia di muka bumi,” tutur SBY .

Sebelumnya, Menag Suryadharma Ali melaporkan, penyelenggaraan yang diadakan oleh Departemen Agama Indonesia bekerjasama dengan Kedutaan Besar Saudi Arabia di Indonesiaini telah berlangsung di Masjid At Tahuid Arief Rahman Hakim Universitas Indonesia, dengan peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Philipina , Brunei Darussalam, Singapura, Kamboja, Myanmar, Tajikistan, Uzbekistan dan Kazakstan ,” ujar Suryadharma Ali.

Dalam silaturahmi ini turut hadir utusan resmi Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Al Su’ud, Prof .Dr.Abdullah bin Muhammad Al-Muthlaq, Syeih Abdulrahman Abdul Aziz a Sudais (imam dan khotib Masjid Al Haram Mekah) dan Syeih Abdul Muhsin Muhammad Al Qosim (imam dan khotib Masjid Nabawi, Madinah). Selain itu hadir pula Mensesneg Sudi Silalahi, Mantan Ketua MPR Hidayat Nurwahid, serta seluruh staf khusus presiden. (win

ترجمة هذا الخبر

 

Hidayatullah

Syeikh as-Sudais Ingatkan Dai Harus Lembah Lembut

IAs-Sudais-Nasruddin-Umar

Wednesday, 30 December 2009 13:33 Nasional

Hidayatullah.com--Penasihat Kerajaan Arab Saudi, Dr. Abdullah Muhammad al-Muthlaq, mengimbau para dai di Indonesia agar menjauhi perselisihan dan saling berbantah-bantahan. Karena hal tersebut akan membuat kerja dakwah terabaikan.

Hal tersebut disampaikannya pada acara pertemuan dengan para dai dari sejumlah ormas Islam dan pondok pesantren di Gedung Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia Pusat, Jakarta, kemarin.

Syeikh Muthlaq mengatakan, perselisihan di antara para dai adalah hasil pekerjaan syetan untuk merusak dakwah Islam. “Ketika seorang dai sibuk dengan kesalahan dai yang lain, dia akan kumpulkan aib dai tersebut lalu menyebarkannya. Maka akibat itulah dia meninggalkan dakwah,” kata Syeikh Muthlaq.

Mengutip sabda Rasulullah shalallahi 'alahi wassallaam, Syeikh Muthlaq mengatakan, “Sesungguhnya syetan telah putusa asa untuk bisa disembah di jazirah Arab. Akan tetapi berusaha memecah belah mereka.”

Syeikh menjelaskan, usaha syetan menghalang para dai kepada kesesatan sangat besar ketimbang usahanya kepada manusia awam. Karena dengan perantaraan para dai, Allah memperbaiki agama manusia, dan dengan para dai pula sunnah Rasulullah SAW disebarkan.

Untuk itu Syeikh menyemangati para dai agar jangan berhenti berdakwah hingga maut menjemput. Karena dakwah adalah jihad yang besar, dan merupakan jalan termudah menuju surga.

Kata Syeikh, hal ini didasari firman Allah dalam Surat al-Furqan (25) ayat 52, “Maka janganlah engkau taati orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan jihad yang besar.”

Syeikh menjelaskan, Surat al-Furqan diturunkan di Mekah, yaitu masa belum disyariatkan jihad dengan berperang. Sedangkan jihad ketika di Mekah adalah berdakwah dengan Al-Quran.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Imam Masjidil Haram, Syeikh Abdurrahman bin Abdul Aziz as-Sudais yang datang beberapa saat sebelum shalat Isya. Syeikh as-Sudais mewakili kerajaan Arab Saudi menyampaikan kepada segenap bangsa Indonesia atas sambutan hangat dan kerjasamanya dalam penyelenggaraan Musabaqah Hafalan al-Qur`an dan al-Hadits yang berlangsung di Jakarta sejak tanggal 9 – 11 Muharram 1431 / 26 – 29 Desember 2009.

Menambahkan Syeikh Muthlaq, Syeikh as-Sudais juga mengingatkan para dai tentang pentingnya 'ilmun nafi' , atau ilmu yang bermanfaat. Karena ilmu tentang syariah adalah senjata para dai, sekaligus alat untuk membedakan kebenaran dan kebatilan.

Syeikh as-Sudais juga sempat mengucapkan kata “terima kasih” ketika mengakhiri ceramahnya. Pada kesempatan itu, Syeikh as-Sudais didaulat menjadi imam shalat Isya. Pada rakaat kesatu dan kedua, Syeikh membaca Surat Ali 'Imran (3) ayat 102 hingga ayat 111.

Dengan Senyum

Sementara itu, Imam Besar Masjidil Haram Syeikh Dr. Abdurrahman bin Abdul Aziz as-Sudais an-Najdi, mengatakan, dai juga harus senantiasa Al-i'tidal (bersikap tegak lurus dan selalu condong kepada kebenaran) dan Wasatho (bersatu).

Sebab dengan itu semua, dai akan mendapatkan hasil dari dakwahnya. Sebab itu ia menyeru kepada dai untuk menempuh jalan ini.

"Yakni jalan yang di dalamnya ada senyuman, ada kelemahlembutan, baik dalam perkataan dan dalam kehidupan mereka," ujar Syeikh as-Sudais.

Dia juga mengingatkan agar umat Islam senantiasa menjaga persatuan, sebagaimana umat ini adalah umat yang satu. Ia juga meminta memperhatikan pendidikan kepada generasi Islam. Tugas umat Islam semua untuk melaksanakan pembinaan generasi yang ada saat ini. Olehnya, kepada dai ia berpesan agar mereka berusaha semaksimal kemampuan untuk membawa ad-din ini kepada generasi selanjutnya.

Dalam pidatonya tersebut, Syeikh Dr. Abdurrahman bin Abdul Aziz as-Sudais an-Najdi mengucapkan rasa terima kasihnya kepada masyarakat dan bangsa Indonesia atas sambutannya yang luar biasa. Termasuk kepada pemerintah yang telah mendukung gerakan dakwah Islam di Indonesia.

Kedatangan imam yang suaranya terkenal sangat masyhur ini dalam rangka ziarah (bersilaturrahim), sekaligus menghadiri kegiatan Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Hadits (MHQH) tingkat ASEAN di Indonesia.

Musabaqah yang dilaksanakan sejak tanggal 26 hingga 29 Desember tersebut diselenggarakan oleh Atase Agama Kerajaan Saudi Arabia, bekerjasama dengan Departemen Agama Republik Indonesia. [sur/ain/www.hidayatullah.com]

ترجمة هذا الخبر

Musabaqah Hafalan Quran ASEAN Ditutup

Wednesday, 30 December 2009 17:20 Nasional
Menurut Presiden SBY, terselenggaranya musabaqah tersebut diharapkan bisa menjalin persaudaraan Islam di Asia Tenggara dan Asia

Sby-hidayat-Mutlaq
Hidayatullah.com--Penutupan tersebut dirangkai acara peresmian Masjid At-Tauhid Arief Rahman Hakim, Universitas Indonesia (UI) Salemba, Jakarta.

Dalam sambutannya, Presiden mengatakan, Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Hadits yang kesekian kalinya digelar di Jakarta ini, merupakan bukti eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Kerajaan Saudi Arabia.

Menurut Presiden, kegiatan Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Hadits merupakan usulannya bersama Hidayat Nur Wahid (mantan Ketua MPR) kepada Pangeran Sultan Abdullah bin Abdul Aziz Alu Su'ud.

Dengan terselenggaranya musabaqah tersebut, lanjut Presiden, diharapkan bisa terjalin persaudaraan Islam di Asia Tenggara dan Asia pada umumnya. "Ini kebahagiaan bagi kami atas terselenggaranya kegiatan ini," ujarnya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa Al-Quran mengandung nilai agung, mengajarkan keimanan, dan menuntun akhlak manusia secara individu dan sosial.

Eksistensi Al-Quran sejatinya memiliki fungsi teramat penting. Ada tiga hal fungsi Al-Quran sebagai penuntun.
"Al-Quran merupakan petunjuk keimanan, menuntun syariat kepada Tuhan dan manusia, dan merupakan tuntunan akhlak kepada Allah, manusia, dan lingkungan," kata Presiden.
Ketiga hal itu merupakan kaitan dalam iman, Islam, dan ikhsan. Selain itu, pemahaman Al-Quran tidak bisa utuh tanpa pemahaman hadits.

Menurut Presiden, hadits merupakan penjelas makna apa yang terkandung di dalam Al-Quran, serta menjadi sumber pedoman hidup yang tak bisa dipisahkan dari umat manusia. [rep/ain/www.hidayatullah.com]
ترجمة هذا الخبر
 
DAKWAH TAK BOLEH BERHENTI
Republika, 30 Desember 2009

peresmian-masjid-ui


 

logo_surabayapost

Surabayapos, 30 Desember 2009

Koran-Surabaya30-Des.1

Koran-Surabaya30-Des.2

Koran-Surabaya30-Des.3

 

logo_republika

REPUBLIKA - Rabu, 30 Desember 2009
Presiden Berharap Musabaqah Perkuat Ukhuwah

Koran-Republika
JAKARTA-- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap kegiatan kerja
sama di bidang keagamaan, seni, budaya, ekonomi, dan pendidikan dengan
Kerajaan Arab Saudi ditingkatkan lagi. Terutama, katanya, kegiatan
keagamaan yang ditujukan untuk meningkatkan ukhuwah Islamiah sesama negara
ASEAN, Asia, maupun dunia.

Presiden mengatakan, Musabaqah Hafalan Al-Qur’an dan Hadits Pengeran
Sultan bin Abdul Aziz Alu Su'ud Tingkat ASEAN yang digelar di Jakarta,
merupakan bukti kongkret eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Kerajaan
Arab Saudi.''Semoga dapat berlajut dan semoga Allah memberi rahmat kepada
kita semua,'' katanya di Jakarta, Selasa (29/12).

Menurut Presiden, yang berbicara dalam acara silaturahim peserta
musabaqah, kegiatan musabaqah itu merupakan usulannya dan Hidayat Nurwahid
kepada Pangeran Sultan Abdullah bin Abdul Aziz Alu Su'ud. Pihaknya
bersyukur, usulan itu disambut hangat dan atas dukungan Arab Saudi,
terselenggara musabaqah pertama di Indonesia pada 2008.

Dengan musabaqah ini, kata Presiden, bisa terjalin ukhuwah Islamiyaj di
Asia Tenggara dan Asia pada umumnya. ''Ini merupakan kebahagiaan bagi kami
atas terselenggarakannya untuk kedua kalinya di Indonesia,'' katanya.
Kebanggaan, juga disampaikan dengan semakin baiknya sambutan peserta
musabaqah.

Presiden berharap, selain ini menjadi ajang pemersatu umat, juga media
mengokohkan umat Islam di dunia, khususnya di Asia Tenggara. Ia menegaskan
pula, Alquran sebagai mukjizat Nabi Muhammad SAW diturunkan untuk menjadi
pegangan bagi umat manusia yang ingin mencapai kemuliaan baik di dunia,
maupun di akhirat. Sebagai pedoman manusia, jelas Presiden, Alquran
mengandung nilai agung, mengajarkan memperkuat keimanan, dan menuntut
akhlak sebagai manusia individu dan makhluk sosial.

Ia menyatakan, Alquran mengandung tiga hal penuntun bagi umat manusia.
Alquran merupakan petunjuk keimanan manusia terhadap tuhannya. Kitabullah
ini menuntun syariat kepada tuhan dan manusia. Selain itu, Alquran
merupakan tuntunan akhlak kepada Allah, manusia, dan lingkungan.
''Ketiganya itu adalah kaitannya dalam iman, Islam, dan ikhsan,'' kata
Presiden. Di sisi lain, ia menyatakan pula Alquran memiliki keindahan,
nilai sastra tinggi, dan keagungan tuntunannya.

Oleh karena itu, jelas Presiden, manusia diwajibkan membaca dengan tertib,
merdu, dan mengandung nilai seni untuk menggetarkan hati setiap insan.
''Semua itu dimaksudkan untuk menggugah akal pikiran manusia dan
merenungkan hakikat segala sesuatu di alam semesta ini,'' jelasnya.

Menurut Presiden, pemahaman Alquran tak bisa utuh tanpa pemahaman hadits.
Hadits berfungsi sebagai penjelasan makna terkandung dalam Alquran dan
menjadi sumber pedoman hidup yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan
manusia. ia menyatakan, pemahaman Alquran dan hadits memberikan kontribusi
konstruktif pada tatanan dunia yang aman.

Secara terpisah, Farouk Sanusi, salah satu panitia penyelenggara,
mengatakan, penyelenggaraan musabaqah ini sukses dan berjalan lancar. Ia
juga mengatakan tahun ini lebih baik dibandingkan tahun
kemarin.''Alhamdulillah, musabaqah ini sukses dan berjalan tanpa
kendala,'' katanya.

Dari jumlah peserta, jelas Farouk, tahun ini juga mengalami peningkatan.
Tahun ini, ada 115 peserta yang berasal dari 11 negara. Ia pun menyatakan,
pemenang dalam penyelenggaraan musabaqah ini juga lebih bervariasi sebab
peserta yang menjadi pemenang tak didominasi oleh satu negara saja. Farouk
mengatakan, pada tahun lalu, sebanyak 95 persen pemenang musabaqah berasal
dari Indonesia. Namun, pada tahun ini banyak pemenang yang berasal dari
negara-negara tetangga, seperti Thailand, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Sedangkan tim juri, merupakan tim juri musabaqah dari Makkah, Arab Saudi.

 
Halaman 1 dari 5

Hijri Date


  • بطاقة مشترك
  • المنهج المقررلمسابقة حفظ السنة
  • الفائزون
  • الجوائز
  • راعي الحفل الختامي
  • ضيوف المسابقة
  • البرامج المصاحبة للمسابقة
  • مقالات المسؤلين والأكادميين عن المسابقة
  • الأرشيف
  • الخـــاتمة

الزائرون في هذا الموقع

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterهذا اليوم21
mod_vvisit_counterالأمس65
mod_vvisit_counterهذا الشهر312
mod_vvisit_counterالمجموع25887

Search

  • المقدمة
  • كلمة راعي حفل المسابقة
  • كلمات صاحب المسابقة في حفل الاختتام
  • أهداف المسابقة
  • الجهات أو الدول المشاركة
  • الجهات المنظمة للمسابقة
  • أقسام المسابقة
  • اللجنة الاستشارية للمسابقة
  • اللجنة العليا للمسابقة
  • اللجنة التنفيذية
  • لجنة تحكيم المسابقة
  • شروط المشاركة في المسابقة
  • Vidio MHQH
  • MP3
  • Photo&Image01
  • Photo&Image02
  • Photo&Image03